ANALISA HARIAN

ANALISA HARIAN
PAIR EU, 6 OKTOBER 2012
Tampilkan postingan dengan label Teknik dan Strategi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Teknik dan Strategi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 02 Mei 2012

TEHNIK MEMASANG STOP LOSS

Stop Loss merupakan salah satu cara untuk meminimalisir resiko dan memaksimalkan profit di setiap posisi trading kita. Dengan menggunakan Stop Loss, kita dapat menghindari skenario dimana kita banyak mengakumulasikan profit, akan tetapi satu buah kesalahan / loss yang besar akan menyapu habis jumlah akumulasi total profit kita.
Salah satu teknik yang banyak digunakan oleh beberapa trader yang sukses adalah dengan memindahkan Stop Loss ke tingkat break event point / impas setelah harga bergerak sesuai dengan open posisi. Trailing stop merupakan cara berikutnya yang bisa dilakukan untuk mengunci profit yang sudah anda dapatkan.
Berikut adalah 3 trading tips yang dapat digunakan dalam menentukan Stop Loss:
  • Two-Day Hi/Lo Method
Teknik ini banyak digunakan oleh para fund manager. Penerapan dari teknik ini adalah dengan menempatkan Stop Loss kira-kira 10 pips di atas 2-day-high ataupun 2-day-low pada dua hari sebelumnya. Teknik ini lebih cocok digunakan oleh para long term trader yang mempunyai jumlah capital yang besar.
  • Parabolic Stop and Reversal (SAR)

Read More......

Senin, 27 Februari 2012

STRATEGI TRADING SISTEM SIDUS

Cara trading disini menggunakan strategi Sidus sytem yang cukup efisien untuk mendapatkan keuntungan dari Forex Trading. Sistem ini adalah gabungan system BGX dan Vegas yang cukup populer.

Mata uang uang disarankan EUR/USD dan EUR/GBP (pilih salah satu saja). Waktu trading pada saat US open (19.00 WIB) atau Europe Open (14.00 WIB)

Metodenya sederhana tapi cukup efektif untuk melihat trend pergerakan harga. Indikator-indikator yang digunakan

1. Time Frame 1 Jam (1H) gunakan chart candlestick atau chart bar
2. EMA 18 dan EMA28 (warna merah dua-duanya)
3. WMA 5 (warna biru) dan WMA 8 (warna kuning)

Masalah warna bisa diatur sesuai selera.
Untuk mensetup Indikator Sidus Sistem di Platform Marketiva, setelah login melalui streamster Anda bisa langsung mensetup indikator2 diatas dengan cara yang mudah

1. Time frame 1 jam dan candlestick atau bar chart
Klik kanan pada bagian bidang yang menampilkan grafik (charting. Akan muncul beberapa pilihan (options). Pilihlah “Timescale” Lalu klik “Hourly “ (jam) maka data grafik akan memunculkan data harga (Open, High, Low, Close) setiap 1 Jam
Klik kanan lagi bidang grafik pilih “Style”. Lalu klik “Candlesticks” atau “Bar Chart” (terserah Anda. Gambar grafik akan berubah sesuai pilihan Anda


2. EMA 18 dan EMA 28 (merah)
Klik kanan bidang grafik, akan muncul options
Pilih “Indicators” setelah itu pilih “Moving Average”. Lalu akan uncul kolom isian. Pada kolom “Type” pilihlah”Exponential (EMA=Exponential Moving Average)
Rubahlah angka default “Period” menjadi “18″ lalu klik kotak warnanya “Line Color” pilih warna “merah”.
Klik “OK”.Anda sekarang memiliki garis EMA18 warna merah
Lakukan hal yang sama sekali lagi seperti di atas untuk membuat garis “EMA 28 warna merah”.
Bila sudah maka Anda sekarang memiliki 2 garis EMA yaitu EMA18 dan EMA 28 masing masing warna merah.


3. WMA 5 (biru) dan WMA 8 (kuning)
Klik kanan bidang grafik, akan muncul options. Pilih “Indicators” setelah itu pilih “Moving Average”. Lalu akan uncul kolom isian. Pada kolom “Type” pilihlah”Weighted (WMA=Weightedl Moving Average). Ubahlah angka default “Period” menjadi “5″ lalu klik kotak warnanya “Line Color” pilih warna “biru”


Klik “OK”. Anda sekarang memiliki garis WMA 5 warna Biru
Lakukan hal yang sama sekali lagi seperti di atas untuk membuat garis “WMA 8 warna kuning”.
Bila selesai maka Anda sekarang memiliki 2 garis WMA yaitu EMA 5 (biru) dan EMA 8 (merah)


4. Secara keseluruhan pada grafik harga (charting) Anda sekarang memiliki 4 garis MA.
Yaitu garis EMA 18 (merah), EMA 28 (merah), WMA 5 (biru) dan WMA 8 (kuning). Cobalah “Save” Setup Anda ini sehingga Anda tidak perlu mengatur setting-annya setiap kali login. Untuk Men-“save” Klik Kanan Bidang Grafik kemudian pilih “Save Chart“. Isi Nama file sesuai selera Anda mis; “Sidus System” setelah itu klik “OK”. Settingan Anda sudah tersave aman. Untuk menghapus, mengedit mengatur dsb Anda bisa melakukan dengan cara yang sama. Tinggal klik Kanan bidang grafik (Charting).


Aplikasi Sidus System
 
EMA 18 dan EMA 28 (masing2 merah)
adalah merupakan 2 garis tunnel untuk membantu Anda menentukan kapan mulainya sebuah trend dan kapan trend itu berakhir. (jangka panjang)

WMA 5 (biru) dan WMA 8 (kuning)
Adalah garis yang akan membantu kita kapan kita harus memasuki trend itu (Open Position), dan garis ini juga akan menunjukan kuat tidaknya sebuah trend (jangka pendek)

Entry Signal
Lakukan Open position (sell atau buy) hanya pada saat Tunnel (EMA 18 dan EMA 28) mulai saling bersilangan (cross) atau benar2 sempit

Ambil Posisi Buy (Long)

Bila WMA 5 dan WMA 8 melewati /menyilang garis Tunnel (EMA 18 dan EMA 28)
dari bawah ke atas. Jika WMA 5 melintasi garis WMA 8 dari bawah ke atas berarti trend pergerakan harganyanya sangat kuat.

Ambil Posisi Sell (Short)

Bila WMA 5 dan WMA 8 melewati /menyilang garis Tunnel (EMA 18 dan EMA 28)
dari atas ke bawah. Jika WMA 5 melintasi garis WMA 8 dari atas ke bawah berarti trend pergerakan harganyanya sangat kuat.

Exit Signal (Keluar dari posisi BUY atau SELL)
Bila mengambil posisi BUY, Waspada bila garis WMA 5 bergerak menyilang turun dari atas ke bawah garis WMA 8 dan Keluar (exit) dari posisi ini bila garis WMA 5 WMA 8 meyilang turun dari atas ke bawah garis Tunnel (Celah EMA 18 dan EMA 28)

Bila mengambil posisi SELL, Waspada bila garis WMA 5 bergerak menyilang naik dari bawah ke atas garis WMA 8 dan keluar (exit) dari posisi ini bila garis WMA 5 dan WMA 8 bergerak menyilang naik dari bawah ke atas garis Tunnel (Celah EMA 18 dan EMA 28)

Dan Selalu keluar dari posisi Anda bila Tunnel (celah EMA 18 dan EMA 28) benar2 menyempit dan bahkan bersilangan. Hal ini menunjukan terjadinya perubahan arah trend (trend reversal).

Bila Anda melihat perubahan pergerakan trend harga seperti saat tunnel (celah EMA) menyempit atau bersilangan, tutup posisi sebelumnya dan buka posisi baru sesuai arah trend. Contoh bila Sebelumya Anda mengambil Posisi BUY kemudian Anda melihat perubahan harga, Tutup posisi BUY lalu Buka posisi baru yaitu SELL.. Ingat Jadikan “Trend Sebagai Teman”

Direkomendasikan untuk metode ini gunakan stop loss 10-15 pips untuk menghindari kerugian yang lebih besar.

Read More......

STRATEGI TRADING SISTEM BGX

Cara trading disini menggunakan strategi BGX sytem untuk menentukan Open position dan exit .
  • Mata uang uang disarankan GBP/USD, EUR/USD, USD/CHF, EUR/JPY (pilih salah satu saja). 
  • Waktu trading pada saat US open (19.00 WIB) atau Europe Open (14.00 WIB)
Indikator yang digunakan
1. Time frame grafik 30 menit Candle Stick atau Bar
2. Garis WMA 5 (warna biru) WMA 20 (Oranye) dan WMA 100 (hijau)
3. Indikator RSI 14 (default)

Untuk mensetup Indikator BGX Sistem di Platform Marketiva, setelah login melalui Streamster Anda bisa langsung mensetup indicator-indikator diatas dengan cara seperti ini:

1. Time frame 30 menit dan Candle Stick atau Bar
Klik kanan pada bagian bidang yang menampilkan grafik (charting)Akan muncul beberapa pilihan (options). Pilihlah “Timescale” Lalu klik “30 minutes“ (30 menit) maka data grafik akan memunculkan data harga (Open, High, Low, Close) setiap 30 menit. Klik kanan lagi bidang grafik pilih “Style”. Lalu klik "Candlesticks" atau "Bar Chart" (terserah Anda). Gambar grafik akan berubah sesuai pilihan Anda


2. WMA 5 (Biru) dan WMA 20 (Oranye) WMA 100 (Hijau)
Klik kanan bidang grafik, maka akan muncul options. Pilih “Indicators” setelah itu pilih "Moving Average". Muncul Tab Pilihan; pada kolom "Type" pilih "Weighted"(WMA=Weightening Moving Average). Ubahlah angka default kolom "Period" menjadi "5" lalu klik “Line Color" kotak warnanya pilih warna “Biru”. Klik "OK". Anda sekarang memiliki garis WMA 5 warna Biru. Lakukan hal yang sama untuk membuat garis WMA 20 warna oranye dan garis WMA 100 warna hijau.


Bila sudah Anda lakukan, maka Anda sekarang memiliki 3 garis WMA yaitu WMA 5 (biru), WMA 20 (Oranye) dan WMA 100 (hijau) pada grafik harga Anda.


3. Indikator RSI 14
Klik kanan bidang grafik, akan muncul options. Pilih “Indicators” setelah itu pilih "Relative Strenght Index (RSI)" . Isi kolom "periode" dengan 14


4. Cobalah “Save” settingan Anda ini sehingga Anda tidak perlu mengatur setting-annya setiap kali login.
Untuk Men-“save” Klik kanan Bidang Grafik kemudian pilih “Save Chart “ Isi Nama file sesuai selera Anda mis; “BGX System” setelah itu klik "OK". Settingan Anda sudah tersave aman.


Untuk menghapus, mengedit mengatur dsb Anda bisa lakukan dengan cara yang sama. Tinggal klik Kanan bidang grafik (Charting).


Aplikasi BGX System
WMA 5 (biru) untuk mengikuti harga market.
WMA 20 (oranye) untuk konfirmasi entry (OP)
WMA 100 (hijau) untuk identifikasi trend harian


Bersiap Ambil Posisi “Buy” Bila:
WMA 5 mengcross WMA 20 dari bawah ke atas
WMA 5 dan WMA 20 berada di atas WMA 100
RSI berada di atas point 50 (garis tengah)
Entry (OP) saat harga 30 pip di atas harga cross WMA 5 dan WMA 20


Bersiap Ambil Posisi “Sell” Bila:
WMA 5 mengcross WMA 20 dari atas ke bawah
WMA 5 dan WMA 20 berada di bawah WMA 100
RSI berada di bawah point 50. Entry (OP) saat harga 30 pip di bawah harga cross WMA 5 dan WMA 20


Target point 30 pip dan stop loss minus 5 dari persilangan (cross) WMA 5 dan WMA 20


Contoh Trading :
Bila suatu saat WMA 5 mengcross WMA 20 dari atas ke bawah pada titik harga 1.2530 serta RSI menunjukan posisi di atas garis tengah (50). Bersiaplah mengambil posisi “BUY” pada saat harga 30 pip di atas harga cross (1.2530 + 0.0030 (30 pip)) yaitu di 1.2560. Lalu pasang stop loss minus 5 pip di bawah garis cross (1.2530 – 0.0005) yaitu di 1.2525.


Gunakan uang virtual terlebih dahulu sampai Anda benar2 mengenal Forex Trading Online ini. Pilihlah strategi yang sesuai dengan diri Anda sendiri. Dan jangan pernah berhenti untuk selalu menambah pengalaman dan pengetahuan Anda di bidang ini.

Read More......

Selasa, 27 September 2011

TIPS MELAKUKAN ANALISA TEKNIKAL

Tips-tips dalam melakukan analisis teknikal:

• Jangan menggunakan terlalu banyak indikator
Kebanyakan trader pemula menganggap semakin banyak indikator yang mereka gunakan, maka semakin akuratlah prediksi mereka. Anggapan ini salah. Justru semakin banyak indikator yang Anda gunakan akan membuat Anda semakin bingung untuk mengambil keputusan. Yang perlu Anda lakukan hanyalah mengkombinasikan indikator, misalnya indikator untuk trend (MA misalnya) dikombinasikan dengan indikator osilator (contoh: RSI atau stochastics). Jangan terlalu banyak, cukup dua atau tiga macam saja agar Anda tidak bingung.

• Gunakan indikator yang dimengerti saja
Ya, cukup yang Anda mengerti saja. Pelajari dengan seksama hingga Anda tahu bagaimana cara menggunakannya, lalu praktekkan.

Jika Anda sudah merasa nyaman dan bisa mengumpulkan profit secara konsisten dengan indikator itu, jangan mencoba sesuatu yang belum pernah Anda buktikan profitabilitasnya.

• Simple is better
Bagus atau tidaknya indikator bukan tergantung pada rumit atau tidaknya indikator itu, melainkan pada bisa atau tidaknya si trader menggunakannya. Semakin sederhana, maka semakin Anda mudah mengerti kegunaannya, artinya semakin mudah Anda tahu triknya, yang akhirnya semakin mudah bagi Anda untuk mengumpulkan profit. Logis kan?

• Banyaklah berlatih
Belajar analisis ibarat belajar berenang. Tak akan mungkin bisa berenang jika hanya belajar teorinya tanpa ‘nyebur’ ke kolam. Untuk bisa melakukan analisis dengan baik, Anda harus mempraktekkannya. Meskipun Anda berlatih menggunakan demo account, perlakukanlah seperti layaknya real account, sehingga Anda akan terbiasa ketika bertransaksi sungguhan.

Read More......

TEHNIK AVERAGING ( Pyramiding, Martingale, Anti Martingale)

Teknik averaging memiliki beberapa pengembangan yang bisa disesuaikan dengan ketahanan modal yang kita miliki, sehingga sering juga disebut sebagai “manajemen modal”.

Beberapa pengembangan teknik averaging adalah pyramiding, martingale, dan anti-martingale.

• Pyramiding
Pyraimding merupakan kebalikan dari cost-averaging. Jika pada cost averaging kita menambahkan satu posisi terbuka setiap kali mengalami kerugian, maka dalam pyramiding kita menambah posisi terbuka setiap kali mendapatkan keuntungan.

Contoh:



Pada gambar terlihat, setiap kali kita mendapatkan keuntungan sebesar 500 pips, maka kita menambah lagi buy sebanyak 1 lot. Ketika harga turun dari level 1.51000 ke 1.50750, total keuntungan kita masih tersisa 750 pips. Di level ini kita bisa menutup seluruh posisi buy kita. Jika harga turun hingga ke level 1.50500, maka seluruh transaksi kita akan impas.

Teknik ini bagus jika kita pergunakan pada saat harga dalam keadaan trending.

• Martingale
Martingale mirip dengan cost-averaging. Tapi pada martingale, kita menambah posisi terbuka dua kali lipat dari posisi sebelumnya setiap kali mengalami kerugian.

Contoh:


Dalam contoh ini diperlihatkan bahwa si trader menambah posisi sell sebanyak dua kali posisi sebelumnya setiap kenaikan 500 pips. Seandainya harga masih naik ke 1.51500, maka si trader akan menambah posisi Sell sebanyak 8 Lot.

Dalam contoh ini, diperlihatkan bahwa keuntungan diperoleh ketika harga kembali ke 1.50500.

Yang perlu diwaspadai adalah jika harga terus naik, maka kerugian yang diderita akan semakin besar.

Teknik ini bagus jka pergunakan pada saat keadaan pasar yang sideway.

• Anti-martingale
Anti-martingale justru mirip dengan pyramiding, dan merupakan kebalikan dari martingale, yaitu kita menambah posisi terbuka dua kali lipat dari posisi sebelumnya setiap kali mendapatkan keuntungan.

Contoh:


Kita harus terus memperhatikan pergerakan harga, jangan sampai berbaliknya arah membuat keuntungan yang sudah kita kumpulkan malah berubah menjadi loss.

Teknik ini bagus untuk dipergunakan pada saat pasar dalam keadaan trending.

Read More......

Kamis, 18 Agustus 2011

Teknik Membaca Market dengan VSA + PASR

Pada thread ini saya akan mengajak rekan2 trader untuk bersam-sama mempelajari dan mengembangkan sebuah teknik membaca dan memahami market yg disebut VSA (Volume Spread analisis). Disini kita akan banyak belajar tentang Smart Money/Spesialist, buyer & Seller, Supply & Demand, dengan menggunakan indikator volume dan hubungannya dengan price action. Untuk yg masih sangat hijau di dunia forex, diharapkan untuk memahami terlebih dahulu tentang prinsip dasar dari trading yaitu PASR (Price Action Support & Resistance), bisa belajar dasar dari thread saya yg lain yaitu belajar Naked Trading strategi, atau dari thread-thread yg lain yg mempelajari tentang PASR. Thread ini sendiri adalah pengembangan dari strategi naked trading yg di gabung dengan analisa volume dan spread dari sebuah candle pattern. Harapan saya thread ini bisa dijadikan ajang bertukar pikiran dan tempat untuk bisa belajar trading dengan menggunakan VSA dan PASR.

Untuk sukses dalam dunia trading ini kita harus menguasai ketiga aspek penting dalam trading, yaitu : Trading Psikologi, Money Management, dan kemampuan membaca chart secara benar. Pada thread ini saya akan fokuskan untuk bagaimana membaca chart secara baik dan benar, disini kita akan menggunakan sebuah metode yg disebut Volume Spread Analisis (VSA) untuk menentukan supply & demand dari sebuah market. Dari beberapa tahun pengalaman saya di dunia trading, saya banyak menemukan kebanyakan trader tidak berhasil dikarenakan fokus utama mereka adalah penggunaan analisa-analisa matematik yg berupa indikator-indikator seperti MA, MACD, RSI, Stochastic, Bolinger Band, DLL. hampir semua indikator itu adalah derivatif/turunan dari price action, dan mereka selalu terlambat. parahnya lagi kebanyakan trader yg menggunakan indikator-indikator derivatif tersebut secara eksklusif dan mereka melupakan bahwa indikator tidak menggerakkan harga, melainkan sebaliknya. Masalah utamanya adalah trader tidak mengetahui mengapa sebuah harga bisa bergerak naik atau turun. Harga bergerak dikarenakan adanya ketidak seimbangan antara supply dan demand dari market, dan ketidak seimbangan ini sengaja diciptakan oleh para smart money/spesialist untuk mendapatkan keuntungan bagi mereka. dan tujuan dari thread ini adalah kita belajar agar sebisa mungkin kita trading mengikuti para spesialist. Dari ide untuk mengikuti trading para spesialist itulah muncul strategi VSA, yg berguna untuk mengetahui adanya ketidak seimbangan antara supply dan demand yg dibuat oleh para spesialist. Indikator yg dibutuhkan disini adalah volume, yg sudah menjadi bawaan standard MT4. Dengan menggabungkan analisa volume, spread, dan price action kita bisa membaca dan memahami market dengan baik dan benar. Serta sebagai tujuan akhir tentulah kita mengaharapkan profit yg konsisten dengan strategi ini.

Kebanyakan trader hanya mengenal dua metode untuk menganalisa market, fundamental analisis dan teknikal analisis. Secara umum fundamental analisis menjawab alasan kenapa harga akan bergerak pada market, dan teknikal analisis menjawab alasan kapan harga akan bergerak pada market. Ada satu lagi metode untuk menganalisa market yg selama ini hanya sedikit trader yg mengetahui, metode ini mengkombinasikan fundamental dan teknikal analisis menjadi sebuah metode yg bisa menjawab "kenapa" dan "kapan"
harga akan bergerak pada market secara simultan. metode ini disebut VSA (Volume Spread Analisis).
VSA sendiri mampu menganalisa penyebab bergeraknya harga, penyebab utamanya adalah ketidak seimbangan antara supply and demand pada market, yg mana ketidak seimbangan ini disebabkan oleh aktivitas Smart Money/spesialist. Aktivitas dan tujuan dari smart money ini sangat jelas terbaca pada chart apabila trader tahu cara membacanya. VSA mencari hubungan antara ketiga variabel pada chart untuk menentukan keseimbangan dari supply and demand, dan juga kemungkinan jangka pendek maupun panjang arah pergerakan market.
ketiga variabel ini adalah :
1. jumlah volume pada sebuah candle
2. spread / range harga pada sebuah candle
3. closing price pada sebuah candle

http://i55.tinypic.com/1075c06.jpg

Dengan ketiga informasi diatas dan contoh chart, trader yg memahami VSA dengan baik akan mengetahui lebih awal apabila market sedang berada dalam salah satu dari 4 fase, akumulasi, mark-up, distribusi, dan Mark-down. Nampaknya hanya sedikit trader yg mengerti pentingnya mengetahui jumlah volume pada sebuah candle, mungkin hal ini disebabkan sedikitnya informasi yg tersedia bagi salah satu bagian vital (Volume) pada chart analisis ini. Volume sendiri selalu mengindikasikan jumlah aktivitas yg sedang terjadi, dan hubungannya dengan pergerakan harga, dengan mengetahui jumlah volume pada suatu candle, VSA dapat dengan jelas mengidentifikasikan ke tidak seimbangan pada market, ketidakseimbangan pada supply harga akan turun, dan ketidakseimbangan pada demand harga akan naik.

Akumulasi artinya membeli stok sebanyak mungkin secara bertahap tanpa membuat harga naik secara signifikan yg dapat melawan posisi buy itu sendiri, sampai tidak ada lagi supply pada harga buy tadi. fase akumulasi ini biasanya terjadi setelah adanya bearish price yg cukup signifikan. Smart Money dengan dana $100 juta tidak mungkin melakukan single transaksi dengan dana sebesar itu, disamping akan mengacaukan market, pun juga dilarang oleh regulasi. maka dari itu Smart Money harus mengakumulasikan posisi buy-nya menjadi beberapa transaksi, sehingga SM harus OP buy pada harga sedang turun.
Distribusi adalah kebalikan dari akumulasi, dimana menjual (sell) stok sebanyak mungkin tanpa membuat harga turun secara signifikan sehingga dapat melawan posisi sell itu sendiri, sampai tidak ada lagi demand dari Smart Money, dan harga dengan sendirinya akan bergerak turun. Salah satu penanda fase akumulasi adalah untuk beberapa candle kedepan harga tidak sanggup closing lebih rendah dari bearish candle terakhir, dan biasanya akan membentuk banyak star pattern, Vice Versa untuk fase distribusi. Kita bisa menggunakan jumlah volume untuk mendeteksi kapan Smart Money ini mulai masuk ke market. Ada baiknya saya akan kupas teori VSA-nya dulu baru kemudian dilanjutkan dengan aplikasinya dengan menggunakan indikator volume.

Contoh fase akumulasi dan distribusi

http://i51.tinypic.com/8waa21.jpg
pada chart diatas yg diberi lingkaran kuning adalah contoh dari fase akumulasi.

http://i53.tinypic.com/6eixx4.jpg
pada chart diatas yg diberi lingkaran kuning adalah AUD/USD yg saat ini sedang dalam fase distribusi.

dari kedua contoh diatas bisa diambil kesimpulan bahwa harga AUD/USD akan turun, dan sebaliknya USD/CAD akan naik, tinggal tunggu moment yg tepat buat OP.

Sebagai contoh OP sell, syaratnya :
Sudah tidak ada demand dari Smart Money biasanya ditandai dengan harga naik dengan spread kecil dan volume yg kecil pula, atau adanya buying climax (yg ini belum saya bahas teorinya) desertai dengan volume yg relatif tinggi, atau bisa juga pada saat fase distribusi harga closing candle berikutnya tidak lebih tinggi dari harga tertinggi bullish terakhir. sedangkan entry pointnya biasanya saya turun ke TF lebih rendah untuk mencari reversal candlestick pattern. Seperti yg saya tuliskan di judul thread ini, kita disini berusaha membaca market, ini adalah seni charting, indikator bukan sebagai entry point, tetapi pemahaman kita tentang marketlah sebagai entry pointnya.

Buying Climax : ketidak seimbangan antara supply & demand yg menyebabkan bull market berbalik menjadi bear market. Buying climax ditandai dengan volume yg relatif tinggi, candle dengan spread yg lebar dengan closing pada daerah middle atau low candle tapi lebih tinggi dari closing price candle sebelumnya.

Selling Climax : vice versa.

http://i53.tinypic.com/2a0b7ee.jpg
Chart diatas adalah contoh dari buying climax pada AUD/USD.

Buying & selling climax ini menjelaskan alasan mengapa terjadi Shooting star / hammer pattern. Pada buying climax volume yg tinggi mengindikasikan bahwa SM sedang melepas posisi buy mereka atau masuk ke market dengan posisi sell. karena dengan adanya SM yg memiliki dana extra besar inilah kenaikan harga bisa ditekan. logikanya jika dengan volume yg tinggi itu semua trader buy maka tidak mungkin harga akan ditutup di level middle atau low dari candle tersebut, hal ini bisa diartikan bahwa SM sedang melepas posisi buy atau mereka masuk kemarket dengan posisi sell. Yang harus kita lakukan adalah mengikuti SM tersebut, membuka posisi sell.

SM = Smart money

Read More......

Senin, 15 Agustus 2011

TIPS TRADING DENGAN MEMBUKA POSISI BUY DAN SELL SECARA BERSAMAAN

tips ini dilakukan dengan langsung melakukan order buy dan sell secara bersamaan pada satu pair dengan besar quantitiy yang sama:

misal GBP/USD di bid 1.6300 dan offer 1.6304 (jika spread dibroker anda 4 )

maka kedua order anda aktif dan berlawanan arah dengan total minus -8 ( jika spread dibroker anda 4) anda tinggal menunggu pasar bergerak sehingga salah satu order anda akan profit dan satu minus. kemanapun harga bergerak maka selisihnya akan tetap yaitu -8, anda bisa menunggu sampai pergerakan harga jenuh dan ada tanda balik arah. misalnya jika harga naik terus dan sudah terlihat jenuh( ada tanda mau turun) maka anda bisa close order buy yang sudah profit dan tunggu order sell anda sampai berkurang minusnya lebih kecil dari profit yang anda dapat, baru bisa diclose.

perhitungannya adalah jika anda bisa profit +100 dan anda loss -80, maka anda tetap bisa profit 100-80= 20 pips. memang tidak besar tapi lebih aman, tak perlu prediksi dan bisa anda lakukan kapanpun, terutama jika pasar sideways/ naik turun saja.

  • anda bisa gunakan patokan resistance-pivot-support untuk menentukan saat2 close order, misal jika naik anda close 5 pips dibawah resistance dan buat lagi antisipasi dengan buy stop sekitar 10 pips diatas resistance untuk berjaga-jaga jika harga masih menembus titik resistance
  •  anda juga harus pelajari kebiasaan yang terjadi misalnya range high-low dalam sehari( biasanya bisa kita lihat malam hari pukul 8-9 malam) . untuk GBP/USD biasanya dalam keadaan normal range high low hariannya 70 pips sampai 100 pips lebih dan jika ada news besar kadang range high low hariannya sampai 200 pips lebih, anda bisa memanfaatkan kebiasaan ini untuk membuat tp. misal anda setting tp 100 pips sehingga walaupun anda tidak online akan terclose sendiri jika mencapai 100 pips profit dan saat anda online harus menunggu sampai lossnya kurang dari 100 pips untuk di close
  • anda harus disiplin untuk melakukan close setiap hari agar mudah dipantau setiap hari. setelah anda tau high low nya dalam sehari. misal market turun sehingga order sell anda mendapat profit maka bisa diclose, dan sebagai antisipasi maka anda bisa membuat pending order kembali sell stop sekitar 10 pips di bawah titik low hari tersebut. maksudnya jika harga masih terus menembus kebawah maka akan terkunci kembali demi keamanan. tapi bila tidak tersentuh dan harga berbalik arah maka anda bisa close order buy yang minus jika sudah lebih kecil dari profit yang anda peroleh.
waktu: agar lebih mudah maka anda bisa mulai order di pagi hari , lalu di cek kembali malam hari sekitar pukul 7-9 malam sebab biasanya sudah terjadi range harian dan high lownya

Read More......

Sabtu, 13 Agustus 2011

KOLEKSI 20 STRATEGI FOREX PALING POPULER

Stochastic High Low
Gunakan indikator Full Stochastic (14,3,3); Currency Pair dan Time Frame bebas; BUY bila stochastic melewati 20 ke 10 terus kembali ke atas 20; SELL bila stochastic melewati 80 ke 90 terus kembali turun ke 80; EXIT bila stochastic mencapai 80 (posisi BUY) dan keluar bila stochastic mencapai 20 (posisi SELL).

RSI High Low
Gunakan indikator RSI (Relative Strength Index); Currency Pair dan Time Frame bebas, BUY bila RSI menembus ke bawah 30 lalu menekuk kembali ke atas 30; SELL bila RSI melewati 70 lalu menekuk kembali turun ke bawah 70; EXIT dengan Target Profit 20-30 pips.

Double Stochastic
Gunakan indikator Full Stochastic (21,9,9) and Full Stochastic (9,3,3); Currency Pair bebas; Time Frame 1 Hour (H1) dan 1 Day (D1); Entry bila garis stochastic (21,9,9) atas berpotongan dengan (crossover) stochastic (9,3,3); BUY bila cross ke atas dari bawah level 20 dan SELL bila cross ke bawah dari ata level 80; EXIT bila garis stochastic bawah (9,3,3) mulai crossover; Exit posisi BUY bila stochastic (9,3,3) mulai crossover ke atas dari level 20 dan Exit posisi SELL bila stochastic (9,3,3) mulai crossover ke bawah dari level 80.

MACD Crossover
Gunakan indikator MACD (12,26,9); Currency Pair dan Time Frame bebas; BUY bila garis MACD crossover dari bawah ke atas batas level 0 dan SELL bila garis MACD crossover dari atas ke bawah level 0; EXIT bila crossover berikutnya terjadi yang berlawana dengan arah crossover Buy atau Sell.

Balanced System
Gunakan indikator 5 EMA (Exponential Moving Average),

10 EMA, Stochastic (14,3,3), RSI (14,70,30); Currency Pair dan Time Frame bebas; BUY bila garis 5 EMA memotong 10 EMA ke atas dan Stochastic mengarah ke atas serta belum batas overbought, RSI di atas level 50; SELL bila garis 5 EMA memotong 10 EMA ke bawah dan Stochastic mengarah ke bawah serta belum batas oversold, RSI melewati ke bawah level 50; EXIT bila crossover berlawanan arah dengan arah signal Buy atau Sell.

Parabolic SAR + ADX (Average Directional Moving Index)
Gunakan indikator Parabolic SAR default setting (0.02,0.2), ADX 50 (dengan garis +DI dan –DI); Currency Pair dan Time Frame bebas; BUY bila garis +DI di atas –DI, SAR di bawah harga (signal Buy) dan kedua indikator harus stu signal; SELL bila garis +DI di bawah –DI dan SAR di atas harga (signal Sell); EXIT bila garis +DI dan –DI saling berseberangan lagi yang berlawanan dengan arah saat BUY atau SELL; arah trend selalu makin menguat apabila tingkat ADX semakin membesar atau tinggi.

5 x 5 System
Gunakan indikator 5 SMA (Simple Moving Average) dan RSI 5; Currency Pair bebas; Time Frame 1 Day (D1); BUY bila harga telah memotong 10 pips ke atas garis 5 SMA dan RSI sudah di atas level 50; SELL bila harga telah memotong 10 pips ke bawah garis 5 SMA dan RSI suah di bawah level 50; EXIT bila signal trend sudah melemah dan arah indikator mulai berbalik arah.

Fibonaci System
Gunakan indikator 5 WMA, Fibonaci ; Currency Pair bebas; Time Frame >M15 dan

Advanced RSI + Stochastic
Gunakan indikator SMA 150, RSI (3) dan Full Stochastic (6,3,3); Currency Pair bebas; Time Frame Daily; BUY bila harga berbalik dari garis SMA 150 dan bergerak ke atas, RSI berada di bawah level 20 dan mulai potong ke atas, Stochastic berada di bawah level 30 dan juga mulai potong ke atas; SELL bila harga berbalik dari garis SAMA 150 dan bergerak ke bawah, RSI berada di atas level 80 dan mulai potong ke bawah, Stochastic berada di atas level 70 dan juga mulai potong ke bawah; EXIT bila trend sudah mulai melemah dan memberi tanda arah balik dari trend Buy atau Sell.

Early Bird
Gunakan indikator Candlestick (diagram lilin); Currency Pair EURUSD dan GBPUSD; Time Frame H1; tentukan titik harga paling tinggi (High) dan paling rendah (Low) dari jam 0:00 sampai dengan 04.00 EST. Pasang timur BUY 5 pip di atas titik High dan Sell 5 pip di bawah titik Low dengan target profit 100 pip; EXIT dengan tutup semua posisi Buy atau Sell pada jam 01.00 pm EST.

Tops & Bottoms
Gunakan indikator 20 EMA, 40 EMA dan ADX 14; Currency Pair bebas; Time Frame 5, 15, 30 minutes, 1 hour, 3 hour dan 1 day; Cari di chart time frame pair yang ADX di atas level 30 (trend kuat), mulai dari D1 (besar) ke time frame kecil dan selalu pilih time frame terbesar; BUY bila harga menyentuh 20 EMA dan berbalik ke atas dengan stop loss 5 pips di bawah 40 EMA; SELL bila harga menyentuh 20 EMA dan berbalik ke bawah dengan stop loss di atas 40 EMA; EXIT target profit dua kali dari jumlah stop loss poin.

1 Minute Pivot
Gunakan indikator Pivot Point; Currency Pair bebas; Time Frame 1 Minute; Kalkulasi titik pivot point harian, gunakan Candle Daily (dari jam 5 pm EST – 5 am EST); 90% harga akan memantul dari pivot point sebagai titik support dan resistance yang sangat kuat; BUY saat harga memantul dari Pivot Point ke atas; SELL saat harga memantul dari Pivot Point ke bawah; Stop Loss dengan acuan spread + 3 pips dari pivot point; EXIT 10-20 pips tergantung kekuatan trend.

Hedging/Locking
Contoh : Anda pasang BUY 1 lot EURUSD dan mengharapkan harga naik, tetapi ternyata harga EURUSD turun terus, maka Anda akan cepat-cepat lock posisi BUY dengan memasang SELL 1 lot EURUSD. Dengan cara tersebut, posisi loss telah terkunci dan loss tidak akan bertambah ke mana pun harga bergerak. Bila Anda menganalisa bahwa harga telah mencapai titik terendah (dengan stochastic atau RSI), maka posisi SELL yang sudah profit segera diambil dan berharap harga kembali naik sehingga posisi BUY yang sudah loss akan semakin kecil lossnya atau bahkan menjadi profit.

Martingale
Melipatkan posisi yang salah arah setelah jarak (range) tertentu dengan harapan setelah turun beberapa pips, semua loss tertutupi dan malah profit.

Contoh :

Kita pasang posisi SELL 1 mini lot pada harga 97.68 dan ternyata harga naik 56 pips, maka tiap 20 pips dipasang lot kelipatan sebagai berikut :

- Sell 0.1 lot di harga 97.68

- Sell 0.2 lot di harga 97.88

- Sell 0.4 lot di harga 98.08

- Sell 0.8 lot di harga 98.28

Ketika harga mulai turun dari 98.31 sebanyak 20 pips ke 98.08, maka seluruh loss sudah kembali dan malah profit sekitar $80.

Anti Martingale
Strategi ini merupakan kebalikan dari strategi Martingale. Anti Martingale adalah strategi melipatkan order yang sesuai arah sehingga profit juga menjadi semakin berlipat.

5 Minute System
Gunakan indikator SMA 21 dan Bar Chart; Currency Pair bebas dan Time Frame Daily; BUY bila SMA 21 mengarah miring ke atas (trend naik) dan posisi BUY dipasang 5 pips di atas titik high inside bar; SELL bila SMA 21 mengarah miring ke bawah (trend turun) dan posisi SELL dipasang 5 pips di bawah titik low inside bar; STOPP LOSS 50 pips dan TAKE PROFIT 100 pips.

Off-Hours Trading
Gunakan indikator Candlestick; Currency Pair bebas; Time Frame H1; Tentukan titik harga paling tinggi dan paling rendah dari jam 03.00 pm s.d. 07.00 pm EST; BUY bila harga (candlestick) mencapai titik paling rendah; SELL bila harga (candlestick) mencapai titik tertinggi; Target Profit 20-30 pips.

Commodity Correlation
Menentukan posisi BUY (long) atau SELL (short) satu pasang mata uang (currency pair) berdasarkan naik turunnya harga komoditas utama dari salah satu negara pada currency pair yang bersangkutan. Contoh : Kanada adalah penghasil minyak dan bila harga minyak dunia naik, maka cenderung mata uang Dollar Canada (CAD) akan menguat terhadap USD. Begitu juga sebaliknya.

Carry Trade
Tentukan currency pair dengan selisih bunga paling besar (contoh GBPJPY); BUY pada saat 5 EMA memotong garis 200 SMA; Time Frame Weekly – Monthly; Tahan posisi sampai berbulan-bulan dan mengakumulasi swap/rollover rate – bisa mencapai US$ 23 per hari untuk tiap lot reguler/standard.

Carry Trade Correlation
Ambil 2 posisi BUY dengan korelasi saling meniadakan (satu naik dan satu turun) dan bunga swap/rollover rate terus bertambah tiap hari. Perlu dipelajari terlebih dahulu currency pair mana dengan swap positif.

Demikianlah ke-20 strategi Forex yang layak dicoba. Namun tetap perlu dicatat bahwa tidak ada strategi yang sempurna. Anda tetap perlu menerapkan manajemen risiko dalam setiap strategi sesuai dengan kondisi modal Anda dan pergerakan pasar. Akhirnya selamat melakukan trading dan sukses buat Anda!

Read More......
 
 

MENTARI FOREX ©Template Blogger Green by Dicas Blogger.

TOPO