ANALISA HARIAN

ANALISA HARIAN
PAIR EU, 6 OKTOBER 2012

Rabu, 16 Mei 2012

BAB II : TEORI SUPLY (R) AND DEMAND (S)

Back to Basic

Mungkin anda ingat dua orang tokoh yang namanya sering disebut dalam disiplin ilmu ekonomidan fisika. Yang pertama Adam Smith, pelopor ilmu ekonomi modern sekaligus pelopor sistemekonomi kapitalisme. Ia telah menyatakan ratusan tahun lalu bahwa jika supply melebihi demandpada suatu level harga tertentu, harga akan turun, dan sebaliknya. Sementara yang kedua adalah Sir Isaac Newton yang dalam hukum geraknya menyatakan bahwa sebuah objek akan tetapdalam aksi gerak (motion) sampai mendapat reaksi kekuatan (force) yang sama atau lebih besar. Lebih sering disebut Aksi dan Reaksi saja. Kedua contoh sederhana namun brilian ini telah terujisepanjang masa dan secara langsung merupakan faktor utama dalam pergerakan harga di pasaryang kita trading dan terlibat di dalamnya saat ini. Jika saja mereka memilih karir sebagai trader,bisa jadi mereka adalah trader-trader handal hehehe....

Fokus dari tulisan ini adalah tentang apa yang disebut dalam teknikal analisis konvensionalsebagai support (demand) dan resistance (supply). Kita akan coba gali lebih dalam apasebenarnya support dan resistance tersebut, bagaimana kita identifikasi dan kuantifikasinya padachart, dan bagaimana menggunakannya dalam membuat keputusan objektif sehinggamenghasilkan profitable trading. 

Seorang trader harusnya memahami bahwa mekanisme market itu tidak lebih dan tidak bedadengan pasar-pasar lain yang kita ketahui. Entah pasar saham atau pasar ikan di Muara Angke,kita saksikan bagaimana hukum permintaan penawaran bekerja dengan faktor manusia yangterlibat didalamnya. Inilah pokok utama penggerak harga, dan peluang muncul ketika hubungansederhana ini menjadi tidak seimbang. Jika saja kita bersedia observasi interaksi supply anddemand yang selalu ada tiap saat, seharusnya proses identifikasi kapan harga akan berbalik arahtidaklah terlalu sulit.

Support (demand) adalah level harga dimana lebih banyak buyer yang bersedia membelidibanding seller pada level harga tertentu. Resistance (supply) adalah dimana lebih banyak tersedia supply dibanding buyer yang bersedia membeli supply tersebut pada level hargatertentu. Coba perhatikan chart di bawah ini untuk indentifikasi apa yg dimaksud dengan Demand. 


Area A menunjukan level harga dimana terjadi keseimbangan relatif atau ekuilibrium antarasupply dan demand. Setiap orang yg ingin jual dan beli di level harga tersebut masih dalambatas-batas keseimbangan, dan harga pun relatif stabil. Pada closing candle (B), hubungansupply dan demand telah bergeser dan tidak lagi seimbang. Sekarang kita tahu bahwa lebihbanyak demand pada level harga A dibanding supply yang tersedia. Dari mana kita tahu kalau inibenar adanya? Satu-satunya yang menyebabkan harga bergerak naik seperti yg dicontohkanadalah karena pergeseran hubungan suppy/demand. Pada closing candle B, kita juga dapatsimpulkan bahwa ada buyer-buyer yg bersedia beli di level A tersebut namun tertinggal karenaharga sudah bergerak naik. Area A ini skarang dapat kita sebut secara objektif sebagai demand(support) area. Label C menunjukan adanya penurunan harga yang kembali ke level demand ini.Dan disinilah kita mendapat peluang low risk high reward trade karena harga kembali ke areayang sebelumnya telah menunjukan dominasi buyer. Nanti kita bahas bagaimana cara memanfaatkan peluang ini.

Kemudian kita dapat identifikasi supply (resistance) dengan cara membalik logika contoh di atas tersebut
 

Identifikasi level harga true demand (support) and supply (resistance) ini mungkin adalahkeputusan trading yg paling rumit (complicated). Khususnya, dimana kira2 harga mungkin akanbalik arah (turning point) dan mengapa balik arah. Untuk itu definisi demand and supply yangsudah saya sebutkan di atas adalah satu-satunya informasi yang kita perlukan. Adam Smithmembuatnya sederhana,logis dan nyata. Jika teorinya diaplikasikan ke market, semuanya jadi gamblang.

Kenyataannya satu-satunya informasi objektif yg tersedia adalah harga dan volume. Yg lainhanyalah turunan (derivatif) dari harga dan volume, jadi mengapa tidak langsung ke sumbernya?Kita sudah banyak baca buku dan dengar para komentator finansial bicara tentang movingaverages, fibonacci retracement, dan lain sebagainya sebagai demand (support) dan supply(resistance). Ini ada benarnya namun tidak sepenuhnya benar. Semua indikator atau oscillator ygdisebut sebagai alat bantu (tools) dalam identifikasi support/resistance hanyalah tools untuk menunjukan kondisi tertentu tools tersebut, bukan menunjukan supply dan demand sebenarnya.Tools ini bekerja hanya jika dalam kondisi yg persis sama dengan level supply/demand padachart. Bisakah anda bayangkan kalau direktur keuangan microsoft yang saham nya listed diNYSE atau fund manager nya George Soros berbicara tentang oscillator atau pola candle headand shoulder? kecil kemungkinannya.

Saya tidak antipati pada penggunaan indikator, sama sekali tidak. Malah hal ini adalah wujudkreatifitas dalam mensiasati keterbatasan utamanya retail trader. Tetapi saya mengingatkanbahwa indikator2 tersebut adalah hanya alat bantu, jangan terpaku pada alat bantu. Datangisumbernya yakni harga dan volume. Contoh ibu-ibu kita yang kalo mau belanja sebagus apapunbarang yang diinginkan, yang paling sering muncul pertama kali adalah kata-kata "berapaharganya?" dan kita biasanya juga demikian dalam kehidupan sehari-hari. Bagi yangmenggunakan indi-indi proses analisanya jangan terbalik, bukan dimulai dari indi baru harga,namun harga dulu baru indi. Saya yakin banyak pemula yang lebih mengamati indikatordibanding harga itu sendiri, sehingga sering terpaku atau malah terpana pada indi2nya. Karenaitu judul posting ini back to basic, mari kita coba kembali memahami mekanisme pasar itu sendiri.

Sebelum melanjutkan pembahasan, saya kutip saja berita koran The UK Telegraph kemarin:
 
This morning the UK Telegraph reported that Pimco, the world's largest manager of bond funds,will not buy British debt this year. They are fearful the Brits may be able to efficiently marketenough gilts to fund their current deficit. Pimco hinted they may reduce their current inventory,selling some of their gilts. A Pimco spokesman was quoted in the Telegraph: "Paul McCulley, amanaging director at Pimco, said: "We are currently cutting back in the US and UK because...supply and demand dynamics are likely to be negatively affected as borrowing rises and centralbank buying declines."

Sekarang anda bisa lihat sendiri bagaimana aspek permintaan dan penawaran adalah aktor utamadalam pengambilan keputusan.
 
Pada posting sebelumnya saya sempat singgung bahwa "Identifikasi level harga true demand(support) and supply (resistance) ini mungkin adalah keputusan trading yg paling rumit(complicated). Khususnya, dimana kira2 harga mungkin akan balik arah (turning point) danmengapa balik arah." Bagaimana cara identifikasi area entry yang low risk/high opportunitysesederhana mungkin? 
 
kita coba lakukan langkah simpel di bawah ini:
  1. Buka chart apa saja dan sebaiknya pada time frame Daily atau paling rendah Hourly
  2. Perhatikan pada sisi kiri chart, dan temukan apakah ada area dimana terdapat deretancandle/bar, semakin rapih deretnya layaknya orang yang sedang upacara semakin bagus.Hal ini menunjukan keseimbangan/ekuilibrium relatif sehingga terlihat gerak hargadalam kisaran yang terbatas.
  3. Letakan garis horisontal diantara kisaran tadi, sebaiknya gunakan body candle saja.
  4. Amati jika ada candle/bar yg closing nya melewati area ini, yang makin tinggi body-nya makin bagus.
Area diantara kedua garis ini adalah referensi yang akan kita gunakan sebagai basis (base) untuk keputusan buy/sell sekiranya harga kembali masuk/mendekati area ini lagi. Peletakan garishorisontal tadi tidak perlu 100% sempurna, karena akurasi anda akan terlatih seiring berjalannya waktu dan jam terbang. Dengan berlatih dan melakukan pengulangan terus menerus, anda akanmakin mudah identifikasinya. Materi yang saya sajikan juga akan berulang dan merupakan pengulangan dari para trader senior lainnya.

Contoh-contoh gambar S/D area:
 

 


Point berikutnya adalah mencoba strategi sederhana dalam trading.

Seja o primeiro a comentar

Poskan Komentar

 
 

MENTARI FOREX ©Template Blogger Green by Dicas Blogger.

TOPO