ANALISA HARIAN

ANALISA HARIAN
PAIR EU, 6 OKTOBER 2012

Kamis, 18 Agustus 2011

Teknik Membaca Market dengan VSA + PASR

Pada thread ini saya akan mengajak rekan2 trader untuk bersam-sama mempelajari dan mengembangkan sebuah teknik membaca dan memahami market yg disebut VSA (Volume Spread analisis). Disini kita akan banyak belajar tentang Smart Money/Spesialist, buyer & Seller, Supply & Demand, dengan menggunakan indikator volume dan hubungannya dengan price action. Untuk yg masih sangat hijau di dunia forex, diharapkan untuk memahami terlebih dahulu tentang prinsip dasar dari trading yaitu PASR (Price Action Support & Resistance), bisa belajar dasar dari thread saya yg lain yaitu belajar Naked Trading strategi, atau dari thread-thread yg lain yg mempelajari tentang PASR. Thread ini sendiri adalah pengembangan dari strategi naked trading yg di gabung dengan analisa volume dan spread dari sebuah candle pattern. Harapan saya thread ini bisa dijadikan ajang bertukar pikiran dan tempat untuk bisa belajar trading dengan menggunakan VSA dan PASR.

Untuk sukses dalam dunia trading ini kita harus menguasai ketiga aspek penting dalam trading, yaitu : Trading Psikologi, Money Management, dan kemampuan membaca chart secara benar. Pada thread ini saya akan fokuskan untuk bagaimana membaca chart secara baik dan benar, disini kita akan menggunakan sebuah metode yg disebut Volume Spread Analisis (VSA) untuk menentukan supply & demand dari sebuah market. Dari beberapa tahun pengalaman saya di dunia trading, saya banyak menemukan kebanyakan trader tidak berhasil dikarenakan fokus utama mereka adalah penggunaan analisa-analisa matematik yg berupa indikator-indikator seperti MA, MACD, RSI, Stochastic, Bolinger Band, DLL. hampir semua indikator itu adalah derivatif/turunan dari price action, dan mereka selalu terlambat. parahnya lagi kebanyakan trader yg menggunakan indikator-indikator derivatif tersebut secara eksklusif dan mereka melupakan bahwa indikator tidak menggerakkan harga, melainkan sebaliknya. Masalah utamanya adalah trader tidak mengetahui mengapa sebuah harga bisa bergerak naik atau turun. Harga bergerak dikarenakan adanya ketidak seimbangan antara supply dan demand dari market, dan ketidak seimbangan ini sengaja diciptakan oleh para smart money/spesialist untuk mendapatkan keuntungan bagi mereka. dan tujuan dari thread ini adalah kita belajar agar sebisa mungkin kita trading mengikuti para spesialist. Dari ide untuk mengikuti trading para spesialist itulah muncul strategi VSA, yg berguna untuk mengetahui adanya ketidak seimbangan antara supply dan demand yg dibuat oleh para spesialist. Indikator yg dibutuhkan disini adalah volume, yg sudah menjadi bawaan standard MT4. Dengan menggabungkan analisa volume, spread, dan price action kita bisa membaca dan memahami market dengan baik dan benar. Serta sebagai tujuan akhir tentulah kita mengaharapkan profit yg konsisten dengan strategi ini.

Kebanyakan trader hanya mengenal dua metode untuk menganalisa market, fundamental analisis dan teknikal analisis. Secara umum fundamental analisis menjawab alasan kenapa harga akan bergerak pada market, dan teknikal analisis menjawab alasan kapan harga akan bergerak pada market. Ada satu lagi metode untuk menganalisa market yg selama ini hanya sedikit trader yg mengetahui, metode ini mengkombinasikan fundamental dan teknikal analisis menjadi sebuah metode yg bisa menjawab "kenapa" dan "kapan"
harga akan bergerak pada market secara simultan. metode ini disebut VSA (Volume Spread Analisis).
VSA sendiri mampu menganalisa penyebab bergeraknya harga, penyebab utamanya adalah ketidak seimbangan antara supply and demand pada market, yg mana ketidak seimbangan ini disebabkan oleh aktivitas Smart Money/spesialist. Aktivitas dan tujuan dari smart money ini sangat jelas terbaca pada chart apabila trader tahu cara membacanya. VSA mencari hubungan antara ketiga variabel pada chart untuk menentukan keseimbangan dari supply and demand, dan juga kemungkinan jangka pendek maupun panjang arah pergerakan market.
ketiga variabel ini adalah :
1. jumlah volume pada sebuah candle
2. spread / range harga pada sebuah candle
3. closing price pada sebuah candle

http://i55.tinypic.com/1075c06.jpg

Dengan ketiga informasi diatas dan contoh chart, trader yg memahami VSA dengan baik akan mengetahui lebih awal apabila market sedang berada dalam salah satu dari 4 fase, akumulasi, mark-up, distribusi, dan Mark-down. Nampaknya hanya sedikit trader yg mengerti pentingnya mengetahui jumlah volume pada sebuah candle, mungkin hal ini disebabkan sedikitnya informasi yg tersedia bagi salah satu bagian vital (Volume) pada chart analisis ini. Volume sendiri selalu mengindikasikan jumlah aktivitas yg sedang terjadi, dan hubungannya dengan pergerakan harga, dengan mengetahui jumlah volume pada suatu candle, VSA dapat dengan jelas mengidentifikasikan ke tidak seimbangan pada market, ketidakseimbangan pada supply harga akan turun, dan ketidakseimbangan pada demand harga akan naik.

Akumulasi artinya membeli stok sebanyak mungkin secara bertahap tanpa membuat harga naik secara signifikan yg dapat melawan posisi buy itu sendiri, sampai tidak ada lagi supply pada harga buy tadi. fase akumulasi ini biasanya terjadi setelah adanya bearish price yg cukup signifikan. Smart Money dengan dana $100 juta tidak mungkin melakukan single transaksi dengan dana sebesar itu, disamping akan mengacaukan market, pun juga dilarang oleh regulasi. maka dari itu Smart Money harus mengakumulasikan posisi buy-nya menjadi beberapa transaksi, sehingga SM harus OP buy pada harga sedang turun.
Distribusi adalah kebalikan dari akumulasi, dimana menjual (sell) stok sebanyak mungkin tanpa membuat harga turun secara signifikan sehingga dapat melawan posisi sell itu sendiri, sampai tidak ada lagi demand dari Smart Money, dan harga dengan sendirinya akan bergerak turun. Salah satu penanda fase akumulasi adalah untuk beberapa candle kedepan harga tidak sanggup closing lebih rendah dari bearish candle terakhir, dan biasanya akan membentuk banyak star pattern, Vice Versa untuk fase distribusi. Kita bisa menggunakan jumlah volume untuk mendeteksi kapan Smart Money ini mulai masuk ke market. Ada baiknya saya akan kupas teori VSA-nya dulu baru kemudian dilanjutkan dengan aplikasinya dengan menggunakan indikator volume.

Contoh fase akumulasi dan distribusi

http://i51.tinypic.com/8waa21.jpg
pada chart diatas yg diberi lingkaran kuning adalah contoh dari fase akumulasi.

http://i53.tinypic.com/6eixx4.jpg
pada chart diatas yg diberi lingkaran kuning adalah AUD/USD yg saat ini sedang dalam fase distribusi.

dari kedua contoh diatas bisa diambil kesimpulan bahwa harga AUD/USD akan turun, dan sebaliknya USD/CAD akan naik, tinggal tunggu moment yg tepat buat OP.

Sebagai contoh OP sell, syaratnya :
Sudah tidak ada demand dari Smart Money biasanya ditandai dengan harga naik dengan spread kecil dan volume yg kecil pula, atau adanya buying climax (yg ini belum saya bahas teorinya) desertai dengan volume yg relatif tinggi, atau bisa juga pada saat fase distribusi harga closing candle berikutnya tidak lebih tinggi dari harga tertinggi bullish terakhir. sedangkan entry pointnya biasanya saya turun ke TF lebih rendah untuk mencari reversal candlestick pattern. Seperti yg saya tuliskan di judul thread ini, kita disini berusaha membaca market, ini adalah seni charting, indikator bukan sebagai entry point, tetapi pemahaman kita tentang marketlah sebagai entry pointnya.

Buying Climax : ketidak seimbangan antara supply & demand yg menyebabkan bull market berbalik menjadi bear market. Buying climax ditandai dengan volume yg relatif tinggi, candle dengan spread yg lebar dengan closing pada daerah middle atau low candle tapi lebih tinggi dari closing price candle sebelumnya.

Selling Climax : vice versa.

http://i53.tinypic.com/2a0b7ee.jpg
Chart diatas adalah contoh dari buying climax pada AUD/USD.

Buying & selling climax ini menjelaskan alasan mengapa terjadi Shooting star / hammer pattern. Pada buying climax volume yg tinggi mengindikasikan bahwa SM sedang melepas posisi buy mereka atau masuk ke market dengan posisi sell. karena dengan adanya SM yg memiliki dana extra besar inilah kenaikan harga bisa ditekan. logikanya jika dengan volume yg tinggi itu semua trader buy maka tidak mungkin harga akan ditutup di level middle atau low dari candle tersebut, hal ini bisa diartikan bahwa SM sedang melepas posisi buy atau mereka masuk kemarket dengan posisi sell. Yang harus kita lakukan adalah mengikuti SM tersebut, membuka posisi sell.

SM = Smart money

2 Comentários:

Suhendi Wirawan mengatakan...

gambarnya mana bos...

Suhendi Wirawan mengatakan...

gambarnya mana bos...

Poskan Komentar

 
 

MENTARI FOREX ©Template Blogger Green by Dicas Blogger.

TOPO